on Minggu, 05 Januari 2014
MAUT

Beribu pagi menggigil di kepalaku
Masihkah kau bersembunyi dikota lain 
yang belum genap aku singgahi
sementara nafasku sudah di genggamanmu

Aku tahu waktuku seperti di iris - iris kulit bambu
Perih terbawa ke kota yang akan kutuju
Kau sudah menungguku dengan tawaran baru
Hanya namamu boleh hidup seribu tahun lagi

0 komentar:

Posting Komentar