MAUT
Beribu pagi menggigil di kepalaku
Masihkah kau bersembunyi dikota lain
yang belum genap aku singgahi
sementara nafasku sudah di genggamanmu
Aku tahu waktuku seperti di iris - iris kulit bambu
Perih terbawa ke kota yang akan kutuju
Kau sudah menungguku dengan tawaran baru
Hanya namamu boleh hidup seribu tahun lagi
0 komentar:
Posting Komentar